Somatic Psychology & Boundaries

Good Girl Syndrome & Nice Guy Backlash: Bahaya Menelan Kemarahan Demi Diterima Orang Lain

Terbiasa menjadi anak berbakti yang tidak pernah membantah tapi diam-diam membenci semua orang di sekitar Anda? Pahami jebakan psikologis Good Girl & Nice Guy syndrome.

17 September 2026 7 min read Bahasa Indonesia

Sejak kecil, Anda selalu diajarkan bahwa anak yang baik adalah anak yang penurut, tidak banyak menuntut, dan tidak pernah membuat orang tua kecewa. Pujian 'Kamu anak yang manis dan pengertian' menjadi candu yang membentuk kepribadian Anda hingga dewasa.

Namun ada harga mengerikan yang harus dibayar: Nice Guy Backlash atau dendam tersembunyi. Karena tidak pernah berani menolak, Anda memendam kepahitan mendalam terhadap orang-orang yang terus menuntut tenaga dan waktu Anda.

1. Kontrak Rahasia yang Selalu Berujung Kecewa

Penderita Good Girl / Nice Guy syndrome secara tidak sadar memegang kontrak rahasia (covert contract): 'Jika aku selalu bersikap baik, peka, dan memenuhi semua kebutuhanmu tanpa kamu minta, maka kamu harus menghargaiku dan memperlakukanku dengan cara yang sama.'

Ketika orang lain tidak membalas kebaikan tersebut-karena mereka tidak bisa membaca pikiran-penderita sindrom ini merasa sangat dikhianati dan mulai melancarkan serangan pasif-agresif.

2. Menumbuhkan Batasan yang Jujur

  • Keaslian Lebih Berharga dari Kepatuhan: Menjadi jujur walau sedikit mengecewakan jauh lebih sehat daripada bersikap manis palsu yang berujung kebencian.
  • Belajar Menolak Hal Kecil: Mulai katakan 'Maaf, saya sedang tidak bisa hari ini' pada hal-hal sepele tanpa memberikan seribu alasan pembenaran.
  • Gunakan Nuju untuk Mengurai Kontrak Rahasia: Catat di Nuju kapan Anda merasa dimanfaatkan dan periksa apakah Anda sendiri yang gagal mengomunikasikan batasan.

Mulai entry jurnal pertamamu hari ini

Nuju cuma butuh 30 detik sehari. Pilih mood, tulis satu kalimat, lalu mulai lihat pola emosimu dengan lebih jelas.

Mulai journaling gratis

Baca juga