Mental Health

Tes Rejection Sensitive Dysphoria (RSD) Indonesia: Skrining Sensitivitas Penolakan & Emosi ADHD

Ikuti tes Rejection Sensitive Dysphoria (RSD) gratis 12 pertanyaan berbasis model klinis Dr. William Dodson. Ukur luka kritik, kewaspadaan sosial, dan dapatkan protokol de-eskalasi emosi.

16 September 2026 9 min read Bahasa Indonesia

Pernahkah Anda merasa dada Anda tertusuk nyeri fisik yang teramat dalam hanya karena pesan WhatsApp Anda dibalas singkat tanpa emoji? Atau merasa hancur seharian hanya karena rekan kerja memberikan masukan kerja yang sebenarnya berniat baik? Jika respon emosi Anda terasa berkali-kali lipat lebih intens dan menyakitkan dibanding orang lain, Anda mungkin mengalami **Rejection Sensitive Dysphoria (RSD)**.

Diteliti secara mendalam oleh psikiater Dr. William Dodson, Rejection Sensitive Dysphoria adalah kerentanan emosional ekstrem dan rasa sakit psikologis intens yang terpicu saat seseorang merasa ditolak, dikritik, dihakimi, atau gagal memenuhi standar tingginya sendiri. RSD sangat umum dialami oleh orang dewasa dengan profil ADHD, autisme, maupun individu dengan luka pengabaian masa kecil.

**Ukur Tingkat Kerentanan Anda**: Ketahui skor kewaspadaan sosial, sensitivitas kritik, dan ruminasi katastropik Anda: [Ikuti Tes RSD Online Gratis](/quiz/rsd).

3 Pilar Rejection Sensitive Dysphoria yang Diukur

Tes interaktif 12 pertanyaan Ju mengukur tiga dimensi sistem saraf: 1. **Kewaspadaan Sosial (Social Vigilance)**: Kebiasaan memindai nada bicara, tatapan mata, dan durasi balas chat untuk mencari tanda-tanda penolakan tersembunyi. 2. **Sensitivitas Kritik (Criticism Vulnerability)**: Masukan konstruktif yang secara otomatis diterjemahkan oleh amigdala sebagai vonis bahwa diri Anda tidak berharga. 3. **Ruminasi Katastropik (Catastrophic Rumination)**: Terjebak dalam spiral rasa malu, marah, atau dorongan untuk mengisolasi diri selama berjam-jam setelah mengalami gesekan sosial kecil.

Protokol De-eskalasi Somatik Saat Episode RSD Menyerang

Karena episode RSD dipicu oleh lonjakan amigdala dan sistem saraf simpatis, teknik berpikir positif semata sering kali buntu. Lakukan intervensi fisik berikut: - **Refleks Menyelam Dingin (Cold Water Splash)**: Basuh wajah dengan air es atau tempelkan kompres dingin di sekitar mata dan pipi selama 30 detik untuk mengaktifkan saraf vagus. - **Jeda Komunikasi 48 Jam**: Buat aturan tegas untuk tidak mengirim chat emosional, tidak memutus pertemanan, dan tidak mengambil keputusan besar saat emosi RSD masih membara. - **Reset Audio Somatik**: Dengarkan frekuensi Theta 6Hz di [Stanford NSDR Audio Lab](/tools/nsdr) untuk menenangkan detak jantung dan menurunkan kortisol secara instan.

Mulai entry jurnal pertamamu hari ini

Nuju cuma butuh 30 detik sehari. Pilih mood, tulis satu kalimat, lalu mulai lihat pola emosimu dengan lebih jelas.

Mulai journaling gratis

Baca juga